Pada
postingan kali ini, saya akan membahas bagaimana syarat sebuah sistem informasi
yang baik. Sebelum membahas syarat tersebut, kita harus mengetahui apa itu
sistem informasi.
Sistem
informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware prosedur dan aturan
yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang
bermanfaat untuk memecahakan problem dan pegambilan keputusan.
Sistem informasi harus mempunyai
beberapa sifat seperti:
- Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan
dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan
perangkat lunak yang sesuai.
- Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain,
operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
- Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk
menangani suatu macam operasi.
- Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah
pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.
Sistem informasi
tentunya memiliki kemampuan sebagai berikut:
- Memiliki kecepatan
akses tinggi, high-volume, komputasi numerik.
- Menyediakan
kecepatan, komunikasi yang akurat dan kolaborasi dengan dan di antara
organisasi.
- Menyimpan
informasi dalam jumlah besar dan mudah untuk digunakan.
- Akses yang
cepat dan tidak mahal untuk mendapatkan informasi, dan mendunia.
- Fasilitas
untuk menginterpretasikan sejumlah data yang besar.
- Meningkatkan
efektifitas dan efisiensi dari orang-orang yang bekerja dalam kelompok
dalam satu tempat atau dalam lokasi yang berbeda, dimana saja.
- Mengotomatisasi
proses bisnis dan pekerjaan manual.
Tujuan dari Sistem
Informasi Manajemen (SIM):
§ Menyediakan informasi yang dipergunakan di
dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan
manajemen.
§ Menyediakan informasi yang dipergunakan
dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
§ Menyediakan informasi untuk pengambilan
keputusan.
Ketiga tujuan
tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui
bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu
mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi
kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen,
termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
DATA dan INFORMASI
Data adalah sesuatu yang belum
mempunyai arti bagi penerimanya dan masih bersifat mentah, sehingga memerlukan
adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujut suatu keadaan, gambar, suara,
huruf, angka, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan
sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Sedangkan, Informasi adalah hasil pengolahan dari sebuah model, formasi,
organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai
tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.
Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu
subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai
hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Perbedaan data dan informasi
Data mencakup fakta dan angka-angka
yang relative tidak berarti, yang diubah menjadi informasi oleh suatu
pengolah informasi.Informasi memiliki arti bagi pemiliknya. Pengolah informasi
menyediakan informasi dalam bentuk lisan maupun tertulis. Informasi
berasal dari sumber-sumber internal maupun lingkungan dan digunakan untuk
membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Komputer mula-mula
digunakan sebagai system informasi akutansi (SIA) tapi kemudian disadari
memiliki nilai potensi sebagai suatu sitem informasi manajemen (SIM).
Selanjutnya perhatian meluas pada system pendukung keputusan (decision
support system) DSS, kantor virtual (virtual office) dan systemberbasis
pengetahuan (knowledge-based system). Kelima bidang aplikasi ini membentuk
system informasi berbasis computer (Computer
Based Information Sistem) CBIS.Sejumlah
perusahaan yang mula-mula menggunakan computer membentuk
departemen computer dan memberi mereka tanggung jawab atas pengembangan
system. Praktekini berlanjut dengan unit-unit meliputi para specialist
informasi seperti analisis system, pengelola database, specialist
jaringan, programmer damoperator. Kita menamakan jasa informasi untuk
menggambarkan unit ini.
JENIS-JENIS
SISTEM INFORMASI
1. Transaction Processing
System (TPS)
Transaction Processing System adalah aplikasi sistem informasi yang mengambil atau
mengumpulkan dan mengolah data tentang transaksi suatu proses bisnis. Salah satu
dimensi TPS adalah data maintenance yang dapat meng-update
data yang diperlukan. TPS dapat terus berkembang karena perkembangan dunia
bisnis akan terus berkembang. Perkembangan bisnis akan memerlukan sistem yang
terus berkembang pula. Perkembangan bisnis ini disebut Bisnis process redesign yaitu
sebuah study, analisis, dan redesign proses bisnis yang mendasar
untuk mengurnagi ongkos atau meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan.
Contoh TPS adalah:
- Airline reservation
- Bank deposit
- Customer returns
- Inventory procurement
- Order processing
- Payroll
2. Management Information
System (MIS)
MIS adalah suatu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan
laporan informasi terpadu bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari
beberapa database yang menyimpan data dari benyak sumber,
termasuk didalamanyaTransaction Processing System. MIS menyajikan
informasi yang detail, rangkuman informasi dan informasi terpilih. MIS
merupakan salah satu elemen manajemen yang dirasa penting oleh banyak
perusahaan oleh karena itu pengembangan MIS akan terus dapat berlanjut.
Contoh Management Information System adalah:
- Budget forecasting and analysis
- Financial reporting
- Inventory reporting
- Material requirement planning
- Salary analysis
3. Decision Support System
(DSS)
Decision Support System adalah
salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung
pengambilan keputusan kepada penggunanya. Jika penggunaDSS adalah
seorang manajemen, maka program ini disebutExecutive Information System
(EIS). DSS fokus pada penyediaan informasi yang berguna
untuk mendukung pengambilan keputusan. DSS menyediakan alat
bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan
keputusannya. Beberapa pertimbangan yang diberikan oleh DSS adalah
sebagai berikut:
- Identifikasi
masalah
- Identifikasi
beberapa alternatif solusi
- Akses
informasi yang dibutuhkan utnuk memecahkan masalah atau pengambilan
keputusan.
- Analisis
beberapa keputusan atau variabel yang akan mempengaruhi keputusan, yang
biasa disebut ”what if-analysis”.
- Simulasi
dari keputusan dan hasil yang akan diberikan.
4. Expert Systems
Expert system merupakan
perluasan dari decision support system. Expert system adalah
suatu sistem informasi pengambilan keputusan yang mengambil dan meniru
pengetahuan serta keahlian dari seorang expert problem solving atau decision
maker dan kemudian berpikir dan bereaksi sesuai dengan seorang expert tadi.
Expert system ditujukan
untuk menduplikasi keahlian dari seorang problem solver, manajer,
profesional dan para teknisi. Para tenaga ahli ini sering menguasai pengetahuan
dan keahlian yang tidak bisa dengan mudah diikuti dan digantikan oleh sembarang
orang dalam sebuah organisasi.Expert system meniru logika dan
pemikiran dari seorang ahli dalam bidang mereka masing-masing. Hal itu
dibutuhkan agar orang lain yang bukan seorang ahli dapat mengetahui pengetahuan
dan keahlian yang dimiliki oleh seorang ahli. Berikut adalah contoh dari
penggunaan expert system :
· Industri makanan menggunakan expert
system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli yang sudah mendekati
masa pensiun
5. Office Automation and Work
Group System
Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas,
biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar
sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang
sama ataupun tidak.
Office automation system digunakan untuk mendapatkan semua informasi bagi yang
membutuhkannya.Office automation berfungsi dalam word
processing, elctronic message, work group computing, work
group scheduling, facsimile processing, imaging and
electronic documents, and work flow management. Office
automation system dirancang baik untuk individu maupun kelompok.
Personal information system dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari single
user. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas individu.
Contoh dari personal information system adalah Microsoft’s
Office Professional,IBM’s Lotus SmartSuite, Corel’s
PerfectOffice, dll.
Work group information systems dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari sebuah
kelompok kerja. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dari
suatu kelompok kerja. Contoh dari work group information systemsadalah Microsoft’s
Exchange and Outlook, IBM’s Lotus Notes/Domino, atau Novell’s
GroupWise.
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI dan SIM
Sistem Informasi (SI) [1] adalah
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu
untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah
sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang,
proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini
digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi
informasi dan komunikasi (TIK),
tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam
mendukung proses bisnis.[3]
Sistem informasi
manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS)
adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian
internalsuatu bisnis yang meliputi
pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya
produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem
informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara
akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode
manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan
keputusan manusia, misalnya sistem
pendukung keputusan, sistem pakar,
dan sistem informasi eksekutif.
MANFAAT INFORMASI/DATA
1.
Sebagai komponen utama atau penting
dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
2.
Menentukan kualitas informasi yaitu
cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi.
Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan
dengan biaya mendapatkanya.
3.
Mengatasi kerangkapan data
(redundancy data)
4.
Menghindari terjadinya inkonsistensi
data
5.
Mengatasi kesulitan dalam mengakses
data
6.
Menyusun format yang standar dari
sebuah data.
7.
Penggunaan oleh banyak pemakai
(multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama
oleh banyak pengguna (multiuser).
8.
Melakukan perlindungan dan
pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak
yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap
masing-masing data.
9.
Agar pemakai mampu menyusun suatu
pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan
interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan
pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.
KARAKTERISTIK INFORMASI SIAP PAKAI
Informasi yang baik
merupakan hal penting dalam pengambilan suatu keputusan, kualitas infromasi
sangat menentukan keputusan yang diambil. Oleh karena itu informasi yang baik
dan siap pakai sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan.
Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap pakai.
Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan siap pakai.
1. Akurat
Syarat
utama informasi dikatakan siap pakai adalah akurat. Informasi yang diterima
harus benar, merefleksikan fakta yang sebenarnya, tepat, dan sebaiknya
merupakan hasil analisis statistik yang baik.
2. Tepat Waktu
Selain
akurat informasi harus tepat waktu, dalam arti informasi harus tersedia pada
saat yang dibutuhkan. Misalnya bagian pemasaran dan pemesanan barang harus
mengetahui jenis dan jumlah stok barang di gudang. Jangan sampai bagian
pemasaran menjanjikan pengiriman barang kepada konsumen sementara stok barang
di gudang tidak tersedia. Bagian pemasaran perlu mengetahui jumlah seluruh stok
barang digudang guna keperluan pengirimannya.
3. Relevan
Selanjutnya
karakteristik informasi siap pakai adalah relevan, dalam arti informasi yang
disampaikan memiliki hubungan terkait dengan keputusan yang akan diambil.
Misalnya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyeleksi calon pegawai
adalah latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan yang pernah
diikuti, usia, gender maupun status calon pegawai.
4. Lengkap dan Memadai
Karakteristik
selanjutnya adalah informasi yang diterima harus lengkap dan memadai dalam
kuantitas dan kualitas sesuai laporan yang dibutuhkan. Misalnya, pemegang saham
ingin meninjau secara langsung seluruh laporan perusahaan. Dengan demikian,
perusahaan harus menyediakan informasi secara rinci berupa neraca keuangan,
laporan laba-rugi, laporan arus kas dan lain sebagainya.
5. Up to Date
Informasi
juga harus Up to Date, hal ini karena lingkungan selalu mengalami perubahan
setiap saat. Perubahan dapat menimbulkan kesempatan tersendiri. Perubahan
tersebut tidak dapat dicegah melainkan harus di antisipasi dengan baik. Oleh
karena itu informasi yang diperoleh terbaru dan mengakomodir
perubahan-perubahan yang terjadi dan memudahkan manajemen mengambil keputusan
yang tepat.
6. Dapat Diandalkan
Informasi
harus handal dan dapat dipercaya, juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Informasi yang tidak jelas sumbernya akan tidak handal dan tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian sumber informasi harus
terpercaya/ diperoleh dengan cara tepat, dan diroses dengan cara yang benar,
serta pendistribusiannya dapat dipercaya.
7. Dapat Dimengerti
Karakterisitik
informasi selanjutnya adalah dapat dimengerti, informasi harus dapat dibaca dan
dipahami dengan baik agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat
keputusan, meskipun pengguna informasi dianggap memiliki pengetahuan yang cukup
untuk memahami informasi tersebut. Jika informasi mudah dimengerti oleh
pengguna informasi maka proses pembuatan keputusan dapat dipercepat.
8. Dapat Dibandingkan
Informasi
harus dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan saat ini, masa lalu, dan
masa yang akan datang, serta kemampuan potensial yang dimiliki kepada pihak
asing.
INPUT-PROSES-OUTPUT
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang
membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas,
mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan
mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan
(Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi
pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah
dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang
lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah
segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang
diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik)
maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah,
sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa
pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang
berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan
hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu
informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
PENGENDALIAN INFORMASI
A. Pengertian
Pengendalian sistem informasi merupakan
bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan
melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan daam
proses pengelolaan informasi. Ada beberapa ketrampilan untuk mengelola
pengendalian sistem informasi, yaitu ;
1. Kemampuan
mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
2. Kemampuan
mengendalikan proses transformasi informasi
3. Kemampuan
mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
4. Kemampuan
kemampuan kegiatan koordinasi
Dengan kemampuan kemampuan itu, maka terjamin kelancaran
pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. Pengendalian sistem informasi adalah
keseluruhan kegiatan dalam bentuk mengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan
mekanisme
B. Pengendalian
Sistem Informasi
Pengendalian sistem informasi merupakan
bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan
melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam
proses pengelolaan informasi. Ada beberapa keterampilan untuk mengelola
pengendalian sistem informasi, yaitu :
1. Kemampuan
mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
2. Kemampuan
mengendalikan proses transformasi informasi
3. Kemampuan
mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
4. Kemampuan-kemampuan
kegiatan koordinasi
Dengan kemampuan-kemapuan itu, maka terjamin kelancaran pelaksanaan
pengelolaan sistem informasi Pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan
kegiatan dalam bentuk mengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme
pengelolaan sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan
informasi, transformasi, organisasi, dan koordinasi
C. Kontrol
Proses Pengembangan
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan
pemakai atau berjalan sesuai rencana
1. Fase
Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala
2. Fase
Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi
Menentukan kriteria penampilan
Menyusun disain dan standar operasi CBIS
3. Fase
Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
4. Fase
Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan
D. Kontrol
Disain Sistem
Tujuan untuk memastikan bahwa
disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya.
Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
1. Permulaan
Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
a. Permulaan
Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi
Pemerolehan dokumentasi
Kepastian keamanan dokumen
b. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
c. Pembuatan
Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses
d. Penanganan
Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yang
telah dikoreksi ke record entry
e. Penyimpanan
Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi bagaimana
dapat dikeluarkan
2. Entri
Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat
dibaca oleh komputer.
a. Entri
Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya
sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
b. Verifikasi
Data
- Key
Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
- Sight
Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
c. Penanganan
Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk
pengoreksian
d. Penyeimbangan
Batch
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang
sama yang dibuat selama permulaan transaksi
3. Komunikasi
Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke
dalam sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan
dgn baik
a. Kontrol
Pengiriman Data
b. Kontrol
Channel Komunikasi
c. Kontrol
Penerimaan Pesan
d. Rencana
Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan
4. Pemrosesan
Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam program dan
database
a. Penanganan
Data
b. Penanganan
Kesalahan
c. Database
dan Perpustakaan Software
# Password # Direktori Pemakai
# Direktori Field # Enkripsi
E. Kontrol
Thdp Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan
keamanan. Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat
diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur
organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis,
Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan
ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol
perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana
didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan
prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan
media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan
Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer
(CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang
terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol
lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus
seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus
dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan
disaster
a. Rencana
Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
b. Rencana
Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika
terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
c. Rencana
Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat
penyimpanan kopi duplikat.
d. Rencana
Recovery
Rencana ini mengidentifikan sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas
komunikasi da pasokan-pasokan.